Member Agen Distributor Jual S Lutena Solo

Jenis Penyakit Mata

Jual S Lutena Solojual s lutena solo

Terima kasih telah menyempatkan waktu anda untuk membaca artikel singkat dari kami tentang penyakit mata dan juga tentang jenis penyakit mata. tentunya dalam lingkungan anda ada orang yang terkena sakit mata. tapi pada umumnya orang hanyak mengenal sakit mata yang berupa mata min atau mata plus. ternyata jenis penyakit mata itu ada beberapa macam dan ada juga jenis penyakit mata yang bisa menular. berikut ini akan kami bahas lebih lanjut tentang maca-macam penyakit mata yang umum terjadi.

jenis Penyakit mata, seperti yang dituturkan Dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Ph.D ., memang mudah menular. Cara penularan biasanya melalui media yang secara sengaja atau tidak, sudah tersentuh penderita. Misalnya, penderita habis mengucek mata lalu bersalaman dengan orang lain. Akibatnya orang tersebut bisa terjangkit penyakit serupa.

Namun walaupun mudah menular, kata Tjahjono, cara mencegah penyakit mata ini sebetulnya sederhana saja, yakni dengan memisahkan peralatan/perlengkapan sehari-hari yang digunakan penderita.Contohnya handuk, selimut, atau pakaian.

Yang perlu diketahui, penyakit mata sangat beragam jenisnya dan tidak semuanya merupakan penyakit menular. Penyakit mata yang bisa menular hanyalah yang disebabkan oleh virus maupun bakteri, sedangkan yang disebabkan alergi tidak akan menular. Upaya penyembuhan sakit mata akibat alergi bisa dilakukan dengan pengobatan rutin dan menjaga mata agar bebas dari sumber-sumber peemicu seperti debu, bulu, asap, dan lainnya.

berikut adalah jenis penyakit mata dan cara penanganannya seperti yang diutarakan Tjahjono:

KONJUNGTIVITIS (MENULAR)

Adalah iritasi/peradangan akibat infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, terasa nyeri, berair, gatal, keluar kotoran (belekan), dan penglihatan (kabur). Penyakit yang mudah menular dan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan ini disebabkan beberapa faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, bulu, angin, atau asap), penggunaan lensa kontak yang kurang bersih, dan pemakaian lensa kontak jangka panjang.

Bayi juga dapat menderita penyakit serupa. Hanya saja penyebabnya lebih karena infeksi yang timbul ketika melewati jalan lahir. Lantaran itulah, pada bayi penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal. Seperti diketahui, jalan lahir tidaklah steril dari kuman tertentu yang mungkin bisa menimbulkan infeksi.

Nah, saat bayi lahir melewati jalan lahir (vagina), ia tentu akan terpapar kuman yang ada di lokasi itu. Jika mengenai mata bisa mengakibatkan infeksi pada mata dengan gejala mata merah dan belekan. Oleh karena itu, pada umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri yang dapat menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Penanganan:

•             Kompres mata dengan air hangat.

•             Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika sesuai resep dokter. Biasanya penderita juga diberi tablet atau suntikan untuk mengurangi iritasi dan gatal pada mata.

•             Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar tak menimbulkan iritasi lebih parah.

•             Usahakan agar penyakit ini tidak menyebar pada orang lain, misalnya memisahkan alat-alat yang digunakan dan tidak digunakan oleh orang lain.

KERATOKONJUNGTIVITAS VERNALIS (KV)

Adalah iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya: mata merah, berair, gatal, kelopak mata bengkak, dan terjadi kotoran mata (belekan). Perlu diketahui KV merupakan peradangan yang berulang alias musiman dan penderitanya cenderung kambuh terutama pada musim panas. Terkadang penderita KV mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri yang akut.

Penanganan: Jual S Lutena Solo

•             Jangan menyentuh atau menggosok bagian mata karena bisa menyebabkan iritasi

•             Mata dikompres dengan air hangat.

•             Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata.

ENDOFTALMITIS

Merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi karena mata anak tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan.

Penanganan:

•             Dokter mata biasanya memberikan obat antibiotika.

•             Untuk mengeluarkan nanah yang berada di bola mata, penderita harus menjalani pembedahan.

SELULITIS ORBITALIS (SO)

Yaitu peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta penderita mengalami demam. SO pada anak-anak sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Diagnosa pasti dapat ditegakkan melalui rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak.

Penanganan:

•             Untuk kasus yang tergolong ringan dapat diberikan antibiotika secara oral.

•             Pada kasus berat diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan nanah ataupun mengeringkan sinus yang terinfeksi.

TRAKOMA (MENULAR)

Adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis.  Bakteri ini berkembang biak di lingkungan yang kotor atau bersanitasi buruk. Lantaran itulah, trakoma sering menyerang anak-anak, terutama di berbagai negara berkembang. Pemaparan bakteri berlangsung saat anak menggunakan alat atau benda yang sudah tercemari Chlamydia  seperti sapu tangan atau handuk.

Gejala trakoma adalah mata merah, mengeluarkan kotoran (belekan), pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, serta kornea kelihatan keruh. Penyakit ini sangat menular.

Penanganan

•             Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari anggota keluarga yang lain.

•             Penderita biasanya akan diberi salep antibiotika yang mengandung tetracycline dan erythromycin selama sekitar satu bulan bahkan bisa lebih.

•     Jika tak segera ditangani dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut di kornea sehingga menyebabkan bulu mata melipat ke dalam dan terjadilah gangguan penglihatan.

•     Jika terjadi kelainan bentuk pada kelopak mata atau kornea kemungkinan perlu dilakukan tindakan pembedahan.

BLEFARITIS

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air dan lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut. Tidak diketahui persis mengapa produksi minyak bisa menjadi berlebihan. Sayangnya kelebihan minyak ini ada di dekat kelopak mata yang juga sering didatangi bakteri.

Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata. Ada dua jenis blefaritis yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior. Yang pertama merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Yang kedua adalah peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

Penanganan:

•     Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara sering membersihkan sekitar kelopak mata untuk mengangkat minyak. Ada sejenis pembersih khusus yang bisa digunakan.

•     Untuk membunuh bakteri digunakan salep antibiotika seperti erythromycin  atau sulfacetamide. Bisa juga dengan obat antibiotika oral seperti tetracycline .

DAKRIOSISTITIS

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah dan penderita mengalami demam.

Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh walau tetap ada pembengkakan. Sementara yang tergolong parah dapat menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas kantung air mata. Jika terus berlanjut akan terbentuk kantung nanah.

Penanganan:

•     Dengan cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah.

•     Bisa dilakukan pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata

•     Jika terjadi kantung nanah maka harus dilakukan pembedahan.

ULKUS KORNEA (UK)

Adalah infeksi pada kornea bagian luar. Biasanya terjadi karena jamur, virus, protozoa atau karena beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan atau tertusuk benda asing. UK terkadang terjadi di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dalam dan belakang kornea. UK yang memburuk dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris (selaput pelangi) dan kerusakan mata.

Gejalanya mata merah, nyeri, gatal, berair, muncul kotoran mata, peka terhadap cahaya (photo phobia) , pada bagian kornea tampak bintik nanah warna kuning keputihan, dan gangguan penglihatan.

Penanganan:

•     Penderita UK perlu melakukan berbagai pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata, pengukuran kornea (keratometri), dan tes respons refleks pupil.

•     UK tingkat ringan dapat ditangani dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotika, antivirus atau antijamur.

•     Penderita yang tergolong berat kemungkinan perlu menjalani pembedahan yaitu pencangkokan kornea.

 

HORDEOLUM

Hordeoulum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan dan biasanya timbuldalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan.

 

Penyebab

Bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus).

 

Faktor Risiko

Higiene mata yang kurang terjaga.

 

Gejala dan Tanda

Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu dimatanya.Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruhkelopak membengkak. Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah danmelepaskan sejumlah nanah.

 

Pencegahan

Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata. Selain itu bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

 

Pengobatan

Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali/hari. Janganmencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.Krim antibiotik kadang digunakan untuk hordeolum yang berulang atau menetap (yangdisebabkan oleh bakteri). Hordeolum interna adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam. gejalanya lebih berat dan jarang pecah sendiri, karena itu biasanya dokter akanmenyayatnya supaya nanah keluar.

 

EKSOFTALMUS

Eksoftalmus adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.

 

Penyebab

Eksoftalmus bisa disebabkan oleh penyakit tiroid; terutama penyakit grave (jaringan di dalamrongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan), perdarahan di belakang mata, peradangan di dalam rongga mata, tumor jinak maupun ganas di dalam ronggamata dan di belakang bola mata, pseudotumor, trombosis sinus kavernosus, dan malformasiarteriovenosa.

 

Gejala dan Tanda

Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol.

 

Pengobatan

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya, jika terdapat kelaian antara arteri dan vena makadilakukan pembedahan. Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid)maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme. Untuk menghilangkan penekanan terhadapsaraf optikus diberikan kortikosteroid per-oral (melalui mulut), terapi penyinaran lokal atau pembedahan.Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi.Untuk mengatasi pseudotumor dan pembengkakan bisa diberikan kortikosteroid. Jika tumor membahayakan mata karena mendorongnya keluar, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor.

Gejala dan Penyebab Penyakit Mata Katarak

Mengenal penyakit katarak mulai dari gejala, penyebab, faktor resiko, hingga cara pencegahan. Apa itu katarak? Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan. Kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

 

Banyak kasus mata katarak berkembang secara lambat dan tidak mengganggu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan terganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kacamata dapat membantu penglihatan mata anda.

 

Tetapi jika hal ini sangat mengganggu keseharian anda, maka operasi merupakan prosedur yang anda butuhkan. Kabar baiknya prosedur operasi pengangkatan katarak mata aman dan efektif untuk dilakukan. Selain itu, pemerintah kita sekarang sudah menyediakan operasi mata katarak secara gratis.

Gejala Katarak

 Jual S Lutena Solo

Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata anda akan kabur dan mengalami distorsi.

 

Tanda dan gejala katarak antara lain:

•     Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.

•     Sulit melihat pada malam hari

•     Sensitif pada cahaya

•     Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar

•     Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas

•     Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut

•     Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat

•     Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata

 

Katarak tidak membahayakan kesehatan fisik anda sampai katarak menjadi parah. Kondisi yang parah ini dapat menyebabkan radang, nyeri dan sakit kepala.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab Munculnya Penyakit Mata Katarak

 

Seiring usia, fleksibilitas mata mengalami penurunan, begitpula dengan ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein. Dengan bertambahnya usia, komposisi mata mengalami perubahan dan struktur serat protein mengalami penurunan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menyebabkan noda pada lensa mata.

 

Ada tiga jenis katarak, diantaranya adalah :

 

A. Nuclear

Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi biru atau ungu.

 

B. Cortical

Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata. Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.

 

C. Subcapsular

Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa. Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca, mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam hari.

 

Ilmuan tidak mengetahui dengan jelas mengapa usia mempengaruhi perubahan lensa mata. Satu kemungkinan adalah rusaknya lensa karena molekul yang tidak stabil yang merupakan radikal bebas. Asap dan terkena sinar ultraviolet adalah dua sumber radikal bebas tersebut.

 

Usia bukanlah satu-satunya penyebab mengapa lensa mata mengalami perubahan. Beberapa orang lahir dengan katarak bawaan atau mengalaminya saat masa kanak-kanak. Katarak juga dapat disebabkan sang ibu terkena German measles (rubella) pada saat kehamilan. Penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.

Faktor Risiko Terkena Mata Katarak

Faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang terkena katarak antara lain :

•     Usia

•     Diabetes

•     Sejarah keluarga dengan katarak

•     Pernah mengalami cedera atau radang pada mata

•     Pernah mengalami operasi mata

•     Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama

•     Terkena sinar matahari secara berlebihan

•     Terkena radiasi ion

•     Merokok

 

Pencegahan Penyakit Katarak

 

Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena katarak antara lain :

•     Jangan merokok

•     Makan makanan dengan gizi seimbang

•     Lindungi mata anda dari pancaran sinar matahari

•     Menjaga kesehatan tubuh secara umum

 

Penderita mata katarak memang didominasi oleh usia lanjut. Namun dengan menjaga kesehatan secara umum, penyakit katarak ini bisa dihindari.

 

 

 

10 Penyakit dan Gangguan Pada Mata

Mata adalah jendela hati, dimana terbentuk cerminan sebuah jiwa. Mata adalah anugrah Sang Maha Pencipta, sehingga kita dapat melihat kebesaran ciptaan-Nya. Sudah seharusnya kita menjaga dan merawat mata kita dengan baik agar berfungsi dengan baik dan bermanfaat untuk kehidupan kita. Sama seperti organ tubuh kita yang lain, mata juga memiliki banyak penyakit atau gangguan yang dapat menghalagi aktivitas kita sehari-hari. Mari kita mengenal beberapa penyakit mata atau gangguan-gangguan atau kelainan yang terdapat pada mata kita. Ini dia daftarnya:

 

Mata

10. Kebutaan

 

Kebutaan adalah kondisi dimana kurangnya persepsi visual karena faktor fisiologis (fisik) dan neurologi (syaraf), yang merujuk kepada hilangnya penglihatan yang tidak dapat dikoreksi/diobati dengan kacamata atau lensa kontak. Kebutaan terbagi menjadi dua, parsial dan lengkap. Kebutaan parsial berarti memiliki visi/pandangan yang sangat terbatas. Kebutaan lengkap berarti tidak dapat melihat apa-apa dan tidak bisa melihat cahaya. Kebutaan/kehilangan penglihatan dapat terjadi secara tiba-tiba atau selama periode waktu. Kebutaan dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya adalah;

– kecelakaan atau luka pada permukaan mata

– diabetes

– galukoma, mengacu pada kondisi mata/penyakit mata yang menyebabkan kerusakan pada syaraf optik, sehingga lama kelamaan menjadi kebutaan.

– degenerasi makula, adalah gangguan mata yang perlahan-lahan menurunkan ketajaman, penglihatan sentral sehingga sulit untuk melihat detil seperti membaca dan menulis.

 

Seiring dengan perkembangan dunia medis, kebutaan dapat disembuhkan dengan implan steroid dalam suntikan melepaskan obat antiinflamasi di dekat retina. Namun biayanya pun sangatlah mahal. Beberapa tips agar terhindar dari kebutaan, ada baiknya perlu diikuti, seperti; menggunakan sunglasses agar terhindar dari sinar UV, menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung vit A, memeriksakan mata secara rutin bila sudah mencapai usia 40 tahun, berhati-hati dalam menggunakan lensa kontak.

 

kebutaan

9. Astigmatisma

 

Astigmatisma atau mata silindris adalah suatu kondisi mata/penglihatan dimana penglihatan menjadi kabur, disebabkan oleh bentuk kornea yang tidak teratur, dimana lensa mata mempunyai cekungan yang berbeda antara tengah dan pinggir. Dikarenakan bayangan benda jatuh di retina mata ada dua tidak satu, sehingga efeknya adalah penderita melihat benda seakan menjadi dua/kabur/blur. Penderita astigmatisma reguler (melihat garis vertikal terlihat kabur dan garis horisontal terlihat jelas) dapat dikoreksi dengan kacamata berlensa silindris. Selain dengan kacamata, penderita silindris dapat mendapatkan visi yang jelas dengan menggunakan lensa kontak, orthokeratology, laser dan prosedur operasi bias lainnya.

 

astigmatisma

8. Pinguecula

 

Pinguecula adalah salah satu degenerasi konjungtiva mata (membran mukosa tipis yang membatasi dalam dari kelopak mata dan melipat ke belakang membungkus permukaan depan dari bola mata) yang umum terjadi. Pinguecula merupakan pertumbuhan jaringan tipis (selaput) non-kanker di konjungtiva dan tidak berbahaya. Pinguecula terlihat seperti benjolan kecil di ujung bola mata dekat dengan kornea dan berwarna kekuningan. Penyebab pastinya belum diketahui, namun penyebab paling umum terjadi adalah karena paparan sinar matahari dan iritasi mata. Pinguecula tidak memerlukan pengobatan, misalnya dengan tindakan operasi atau tindakan medis lainnya. Hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari pinguecula adalah dengan menjaga mata tetap basah, menghindari paparan langsung ultraviolet dengan menggunakan kacamata hitam, hindari iritasi mata. Hubungi dokter jika pinguecula berubah ukuran, berubah warna dan berubah bentuk.

 

pinguecula

 

7. Pterygium

 

Pterygium adalah salah satu penyakit mata yang ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan selaput tipis di konjungtiva yang menutupi bagian putih dari mata dan meluas ke kornea. Pterygium hampir mirip dengan pinguecula. Hanya saja pterygium berbentuk segitiga dan puncaknya terletak di kornea. Penyebab pterygium juga belum diketahui secara pasti. Namun pterygium lebih sering terjadi pada orang yang sering terpapar sinar UV, angin, berdebu dan orang-orang yang bekerja diluar rumah. Para petani dan nelayan serta orang-orang yang tinggal di dekat garis khatulistiwa lebih banyak terkena pterygium. Pterygium adalah pertumbuhan jaringan non-kanker, namun jika pertumbuhannya cepat dan meluas ke kornea, maka penglihatan penderita pterygium akan menjadi kabur dan silau. Gejala pterygium diantaranya mata akan terasa mengganjal, sedikit gatal, berair, tetapi adapula yang tidak memiliki gejala. Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pertumbuhan pterygium adalah menghindari kontak langsung dengan sinar UV dengan mengguanakan kacamata hitam jika berada diluar dengan sinar matahari yang menyengat, menjaga mata tetap lembab dan menghindari iritasi. Hubungi dokter jika pertumbuhan pterygium terjadi dengan cepat dan mengganggu visi.

 

pterygium

6. Buta Warna

 

Buta warna terjadi ketika ada masalah dengan butiran sensor-warna (pigmen) dalam sel-sel saraf tertentu dari mata. Buta warna sama sekali bukanlah bentuk kebutaan, tetapi kekurangan dalam cara Anda melihat warna dan kesulitan dalam membedakan warna tertentu, seperti biru dan kuning atau merah dan hijau. Buta warna dapat menurun dan laki-laki lebih sering terkena kasus buta warna daripada perempuan. Buta warna karena keturunan tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dibantu dengan memakai kacamata lensa warna, untuk membantu membedakan warna lebih dengan mudah. Atau dengan kacamata dengan lensa yang dapat mengurangi cahaya, karena jika terlalu terang atau silau penderita buta warna lebih sulit membedakan warna.

 

buta warna

5. Presbiopi (Mata Tua)

 

Presbiopi adalah suatu keadaan gangguan penglihatan yang umum terjadi karena faktor usia. Presbiopi sering disebut kondisi penuaan mata, dimana menyebabkan tidak mampu fokus melihat dari jarak dekat dan tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas, karena ada masalah yang berkaitan dengan pembiasan pada mata. Mata tidak mampu memfokuskan cahaya langsung ke retina akibat pengerasan dari lensa alami. Penuaan mempengaruhi serat otot di sekitar mata sehingga sulit bagi mata tua untuk fokus pada objek dekat, sehingga ketidakefektifan lensa menyebabkan cahaya berfokus ke retina, menyebabkan berkurangnya penglihatan pada benda-benda yang dekat. Ketika kita muda, lensa mata masih lembut dan fleksibel, memungkinkan otot-otot kecil di dalam mata dapat dengan mudah membentuk kembali lensa untuk fokus pada benda dekat maupun jauh. Kacamata berlensa cekung dan cembung sekaligus adalah cara paling sederhana dan paling aman aman untuk mengoreksi presbiopi.

 

presbiopi

4. Rabun Senja

 

Rabun senja atau nyctalopia atau hemeralopi adalah gangguan penglihatan kala senja atau malam hari atau dalam cahaya redup. Rabun senja juga sering disebut rabun ayam, karena ayam tidak dapat melihat jelas saat senja atau malam hari. Rabun senja terjadi karena adanya kerusakan pada sel retina yang seharusnya dapat bekerja saat melihat benda/objek dengan cahaya yang kurang atau redup. Penyebab terjadinya rabun senja antara lain; katarak, rabun jauh, pemakaian obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin A (walaupun sangat jarang), bawaan dari lahir, mata minus dll. Penderita rabun senja dapat menyebabkan masalah dengan mengemudi di malam hari, kesulitan melihat bintang, berjalan di ruangan/tempat yang gelap dll. Rabun senja dapat dikurangi dengan mengkonsumsi suplemen vitamin A atau jika sangat mengganggu penglihatan secara signifikan, maka sangat penting untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Agar diketahui penyebabnya dan dapat segera diperbaiki, misalnya dengan kacamata atau pengangkatan katarak.

 

rabun senja

3. Rabun Dekat

 

Rabun dekat atau hipermetropi atau hiperopia adalah gangguan pada penglihatan yang disebabkan lensa mata terlalu pipih. Bayangan benda yang dilihat terbentuk di belakang retina sehingga mata tidak dapat melihat benda-benda yang dekat. Penglihatan penderita hipermetropi dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata berlensa cembung atau positif. Dengan lensa cembung, sinar yang jatuh di belakang retina akan dikembalikan tepat pada retina sehingga dapat melihat benda dari jarak dekat.

 

rabun dekat

2. Rabun Jauh

 

Rabun jauh adalah kebalikan dari rabun dekat, mata dengan lensa terlalu cembung atau bulat mata terlalu panjang. Rabun jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat dalam jarak yang jauh. Bayangan yang dihasilkan akan jatuh didepan retina. Penderita rabun jauh dapat menggunakan kacamata berlensa cekung atau negatif. Lensa cekung akan menempatkan kembali bayangan tepat dititk retina, sehingga mata dapat melihat benda yang jauh. Siapa yang bisa terkena rabun jauh? Mereka yang : memiliki keturunan orang tuanya yang juga penderita miopia, kurang asupan makanan bergizi terutama makanan yang mengandung vitamin A, memiliki kebiasaan buruk melihat benda dengan jarak yang sangat dekat misalnya melihat televisi terlalu dekat, membaca terlalu dekat dan kurang cahaya dll.

 

rabun dekat

1. Katarak

 

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidarasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progressif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan congenital, atau penyulit penyakit mata local menahun.

 

 

 

Penyebab dan Ciriciri Penyakit Mata Katarak | Kesehatan Mata

Katarak adalah suatau penyakit yang dimiliki oleh seseorang , dan mempengaruhi fungsi mata seperti mata ada lemak tipis, dan katarak bisa di sebabkan karena faktor genetika atau keturunan.

 

Penderita mata katarak sangat sering di derita oleh para orang tua yang sudah memasuki usia senja, saking seringnya penyakit katarak yang di derita hingga mencapai 90 % di atas usia 65tahun.

 

Katarak adalah penyakit ringan dan dapat diobati dan di hindari akan tetapi saat ini penyakit katarak adalah penyebab utama kebutaan di seluruh dunia.

Berikut ini gejala dan tanda-tanda penyakit Katrak Mata :

 

Gatal-gatal pada mata.

Mata sering berair.

Malam hari mata mulai melemah dan tak mampu melihat.

Tidak dapat menahan silau cahaya.

 

Nah dari ciri-ciri di atas maka lambatlaun mata si penderita akan menunjukkan noda putih pada bagian tengah lensamata. Walau hanya sedikit yang menutupi lensa mata, anda harus segera konsultasi dengan dokter jika tidak maka katerak mata akan terus berkembang dan menutupi seluruh mata si penderita katarak.

 

Dan banyak penderita katarak tidak tau dan tidak menyadari bahwa dirinya mengalamigejala atau bahkan mengidap penyakit mata katarak. Dikarenakan gejala katarak mata sangat mirip dengan mata terkena infeksi ringan.

 

Katarak tidak di menghampiri orang tua saja akan tetapi bayipun juga bisa terkena. dan berikut Penyebabnya :

 

Pernah mengalami trauma akibat kecelakaan yang mengenai bagian sekitar mata.

Faktor keturunan.

Masalah kesehatan, misalnya teridentifikasi penyakit diabetes.

Cacat bawaan sejak lahir.Cacat bawaan sejak lahir.

Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.

Pernah melakukan operasi mata sebelumnya

Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.

 

Sesudah anda mengetahui gejala dan tanda-tanda katarak mata di atas, hendaknya anda selalu waspada dan mengenali gejala awal katarak agar tidak menjadi fatal.

 

 

CARA PEMESANAN :

  • Pertama, SMS : nama, alamat, dan jumlah pesanan, kirim ke 085643543205

  • Kedua, transfer uang sesuai jumlah pesanan anda di :

 rekening andreas heri

  • Ketiga, konfirmasi via sms ke 0856 4354 3205

Informasi lebih lanjut silakan hubungi 0856 4354 3205 . Pin BB 7EAE623A

Pesanan Anda akan kami kirim via POS INDONESIA . Nomor resi akan kami SMS, sehingga Anda bisa memantau keberadaan paket yang kami kirim via website resmi POS INDONESIA : http://www.posindonesia.co.id/

  • Mengapa harus di toko online kami ?

Karena Kami beri GARANSI paket yang Anda pesan sampai ke tangan Anda. Bila paket tidak sampai alamat, rusak, ataupun hilang, kami akan menggantinya tanpa membebani Anda biaya sedikit pun.

  • Anda berminat menjadi Agen/member/distributor di kota anda dan ingin mendapatkan penghasilan tambahan?

silakan hubungi 0856 4354 3205 . Pin BB 7EAE623A

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *